22/11/2020

ONE DAY ONE HADITS - Kedzoliman Kegelapan pada Hari Qiamat : P.P MBS CEPU

 


ONE  DAY  ONE  HADITS

Senin, 23 November 2020 

8 Rabi'ul akhir 1442

Kedzoliman Kegelapan pada Hari Qiamat


عن جابر رضي الله عنه: أن رَسُول الله صلى الله عليه وسلم قَالَ: ((اتَّقُوا الظُّلْمَ؛ فَإنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ القِيَامَةِ. وَاتَّقُوا الشُّحَّ؛ فَإِنَّ الشُّحَّ أهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ. حَمَلَهُمْ عَلَى أنْ سَفَكُوا دِمَاءهُمْ، وَاسْتَحَلُّوا مَحَارِمَهُمْ)). رواه مسلم. 


Dari Jabir r.a. bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Takutlah engkau semua - hindarkanlah dirimu semua - akan perbuatan menganiaya, sebab menganiaya itu akan merupakan berbagai kegelapan pada hari kiamat. Juga takutlah - hindarkanlah dirimu semua - akan sifat kikir, sebab kikir itu menyebabkan rosak binasanya ummat yang sebelummu semua. Itulah yang menyebabkan mereka sampai suka mengalirkan darah sesamanya dan pula menyebabkan mereka menghalalkan apa-apa yang diharamkan pada diri mereka. [Riwayat Muslim] 


Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:

1- Bagi seorang muslim yang baik, misi hidupnya hanya satu, berbuat kebaikan sebanyak mungkin selama menjalani kehidupan di dunia fana ini. Tak lebih.

2- Namun, bagi mereka yang tujuan hidupnya bukan mengarah pada ibadah seperti yang diajarkan Nabi Shallallahu alaihi wasallam, bisa jadi visinya sebatas meraih kesenangan sesaat.

3- Orang pertama, untuk meraih impiannya, dia akan menggunakan jalur lurus sesuai aturan dari Allah dan Nabinya. Karena itu orang-orang beriman ini lebih mengutamakan jalan kemaslahatan (kemanfaatan) dibanding kemudaratan. Mereka menghindari cara-cara dzalim untuk mendapatkan apa yang menjadi harapannya misal dalam mencari kedudukan, jabatan, popularitas, harta banyak. 

4- Sementara, orang-orang yang jauh dari Allah dan Nabinya, jalur hidup yang ditempuh bukan cara-cara yang baik. Tak sedikit mereka menggunakan cara dzalim untuk mewujudkan apa yang menjadi target hidupnya. Mereka ini tak mengenal cara halal dan haram. Yang hanya satu cara: halal, haram, hantam.

5- Jauh sebelum dunia ini ramai dihuni oleh orang-orang yang dzalim, maka jauh hari juga Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam sudah mengingatkan umatnya  terutama mereka yang beriman tentang bahayanya sifat dzalim ini. 

6- Hadist di atas menegaskan bahwa kedzaliman itu adalah kegelapan pada hari kiamat. Para pelakunya dihukum sesuai dengan kadar kedzalimannya.

7- Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengharamkan perbuatan dzalim atas para hamba-Nya serta melarang mereka saling mendzalimi, karena kedzaliman itu sendiri adalah haram secara mutlak.

8- Dalam sebuah hadis qudsi Allah  Azza wa Jalla berfirman yang artinya, “Wahai para hamba-Ku! Sesungguhnya Aku mengharamkan kedzaliman atas diri-Ku, dan Aku menjadikannya haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling mendzalimi!” (HR. Muslim No. 2577, At-Tirmidzi No. 2495 ) dan Ibnu Majah No. 4257)

9- Imam Al-Maraghi menjelaskan, “Dzalim adalah perbuatan yang menyimpang dari jalan yang wajib ditempuh untuk mencari kebenaran. Sementara itu dalam Mu’jam dikatakan bahwa yang dimaksud dengan dzalim adalah perbuatan yang melampaui batas atau meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya.”


Tema hadist yang berkaitan dengan Al qur'an :

1- Allah pun telah mengisyaratkan “Apakah sama antara kegelapan dan terang?” Pasti sangatlah berbeda. Sebagaimana firman-Nya :


قُلْ مَن رَّبُّ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ قُلِ ٱللَّهُ ۚ قُلْ أَفَٱتَّخَذْتُم مِّن دُونِهِۦٓ أَوْلِيَآءَ لَا يَمْلِكُونَ لِأَنفُسِهِمْ نَفْعًۭا وَلَا ضَرًّۭا ۚ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلْأَعْمَىٰ وَٱلْبَصِيرُ أَمْ هَلْ تَسْتَوِى ٱلظُّلُمَـٰتُ وَٱلنُّورُ ۗ أَمْ جَعَلُوا۟ لِلَّهِ شُرَكَآءَ خَلَقُوا۟ كَخَلْقِهِۦ فَتَشَـٰبَهَ ٱلْخَلْقُ عَلَيْهِمْ ۚ قُلِ ٱللَّهُ خَـٰلِقُ كُلِّ شَىْءٍۢ وَهُوَ ٱلْوَٰحِدُ ٱلْقَهَّـٰرُ


Artinya: Katakanlah: “Siapakah Tuhan langit dan bumi?” Jawabnya: “Allah”. Katakanlah: “Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri?”. Katakanlah: “Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?” Katakanlah: “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dialah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”. (QS Ar-Ra’d ([13] : 16).

2- Kata kegelapan bermakna seseorang tidak bisa melihat, atau buta, seperti disebutkan di dalam ayat:


وَمَنۡ أَعۡرَضَ عَن ذِكۡرِي فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةٗ ضَنكٗا وَنَحۡشُرُهُۥ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ أَعۡمَىٰ * قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرۡتَنِيٓ أَعۡمَىٰ وَقَدۡ كُنتُ بَصِيرٗا


Artiya: “Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta” Berkatalah ia: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?” (QS. Thaha [20]: 124-125).

3- Orang-orang yang dzalim karena mempersekutukan Allah seorang kerabat pun dari kalangan mereka yang dapat memberi manfaat bagi mereka, tiada pula pemberi syafaat pun yang dapat diterima syafaatnya, bahkan semua penyebab kebaikan telah terputus dari mereka.


مَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ حَمِيمٍ وَلا شَفِيعٍ يُطَاعُ


Orang-orang yang dzalim tidak mempunyai teman setia seorang pun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafaat yang diterima syafaatnya.[Ghofir:18]

21/11/2020

ONE DAY ONE HADITS - Bahaya Meninggalkan Amar Makruf Nahi Mungkar : P.P MBS CEPU

 


ONE  DAY  ONE  HADITS

Sabtu, 21 November 2020

6 Rabi'ul akhir 1442

Bahaya Meninggalkan Amar Makruf Nahi Mungkar


عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَتَأْمُرُنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلَتَنْهَوُنَّ عَنِ الْمُنْكَرِ أَوْ لَيُوشِكَنَّ اللَّهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَابًا مِنْهُ ثُمَّ تَدْعُونَهُ فَلَا يُسْتَجَابُ لَكُمْ


Dari Huzhaifah bin Al-Yaman dari Nabi SAW bersabda:” Demi dzat yang jiwaku ditangan-Nya hendaknya engkau melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar, atau jika tidak Allah hampir mengirim azabnya, kemudian engkau berdo’a tetapi tidak dikabulkan”(HR At-Tirmidzi dan Ahmad).

Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:

1- Informasi dari Rasulullah saw tentang bahaya yang akan menimpa umat Islam.

2- Tentang kewajiban apa yang harus dilakukan umat Islam menghadapi situasi yang berat , yaitu penjagaan bumi agar tidak menjadi sarang kejahatan.

3- Perintah, umat Islam untuk berjamaah membuat suatu jaringan yang kokoh untuk menghadapi para penyeru ke api neraka. 

4- Keharusan melaksanakan fungsi amar ma’ruf dan nahi mungkar.

5- Tidaklah ideal kalau seorang bergabung dan komitmen pada jamaah Islam sementara posisinya dalam jamaah tersebut hanya menjadi pelengkap penderita saja dan tidak turut aktif dalam berda’wah dan amar ma’ruf dan nahi mungkar. 6- Sebaliknya juga tidak ideal jika ada orang yang berani melakukan amar ma’ruf dan nahi mungkar tanpa dilakukan dan dikordinasikan dalam sebuah jamaah yang kokoh.

7- Konsekuensi tidak melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar, atau jika tidak Allah hampir mengirim azabnya, kemudian mereka berdo’a tetapi tidak dikabulkan.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:

1- Hukum amar ma’ruf dan nahi mungkar adalah wajib. Perintah tersebut disebutkan secara tegas dan jelas maupun disebutkan secara substansi dan urgensinya


وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ


“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung” (QS Ali Imraan :104).

2- Keutamaan melaksanakan nahi mungkar, selamat dari adzab Allah dan memperoleh ridha dan surga-Nya 


فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ أَنْجَيْنَا الَّذِينَ يَنْهَوْنَ عَنِ السُّوءِ وَأَخَذْنَا الَّذِينَ ظَلَمُوا بِعَذَابٍ بَئِيسٍ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ


“Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada ooo orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik”(QS Al A'rof :165).

3- Penjagaan bumi agar tidak berubah menjadi sarang kejahatan. 


فَلَوْلَا كَانَ مِنَ الْقُرُونِ مِنْ قَبْلِكُمْ أُولُو بَقِيَّةٍ يَنْهَوْنَ عَنِ الْفَسَادِ فِي الْأَرْضِ إِلَّا قَلِيلًا مِمَّنْ أَنْجَيْنَا مِنْهُمْ وَاتَّبَعَ الَّذِينَ ظَلَمُوا مَا أُتْرِفُوا فِيهِ وَكَانُوا مُجْرِمِينَ وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَى بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ


“Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang daripada (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebahagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka, dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa. Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan”(QS Hud :116-117). 

18/11/2020

ONE DAY ONE HADITS - Pentingnya Amar Makruf Nahi Munkar : P.P MBS CEPU

 


ONE  DAY  ONE  HADITS

Kamis, 19 November 2020 / 4 Rabi'ul akhir 1442

Pentingnya Amar Makruf Nahi Munkar


عَنْ أَبِي سَعِيْد الْخُدْرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ [رواه مسلم]


Dari Abu Sa’id Al Khudri radiallahuanhu berkata : Saya mendengar Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Siapa yang melihat kemunkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman. (Riwayat Muslim)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits :

1. Menentang pelaku kebatilan dan menolak kemungkaran adalah kewajiban yang dituntut dalam ajaran Islam atas setiap muslim sesuai kemampuan dan kekuatannya.

2. Ridho terhadap kemaksiatan termasuk diantara dosa-dosa besar.

3. Sabar menanggung kesulitan dan amar ma’ruf nahi munkar.

4. Amal merupakan buah dari iman, maka menyingkirkan kemunkaran juga merupakan buahnya keimanan.

5. Mengingkari dengan hati diwajibkan kepada setiap muslim, sedangkan pengingkaran dengan tangan dan lisan berdasarkan kemampuannya.

6. Seseorang yang tidak mengingkari dengan hatinya maka ia adalah orang yang mati dalam keadaan hidup, sebagaimana perkataan Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu tatkala ditanya, “Apakah kematian orang yang hidup?” Beliau menjawab:


من لم يعرف المعروف بقلبه وينكر المنكر بقلبه


“Orang yang tidak mengenal kebaikan dengan hatinya dan tidak mengingkari kemunkaran dengan hatinya.” (Riwayat Ibnu Abi Syaibah dalam Mushonnaf beliau no. 37577)

Tema hadits yang berkaitan dengan Al-Quran :

1. Keutamaan mengatasi kemunkaran


فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ أَنْجَيْنَا الَّذِينَ يَنْهَوْنَ عَنِ السُّوءِ وَأَخَذْنَا الَّذِينَ ظَلَمُوا بِعَذَابٍ بَئِيسٍ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ 


 Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik.

[Al-Maidah: 165].

2-  Untuk menyadarkan orang-orang yang lalai dan cambuk bagi orang yang terlena.


وَإِذْ قَالَتْ أُمَّةٌ مِنْهُمْ لِمَ تَعِظُونَ قَوْمًا اللَّهُ مُهْلِكُهُمْ أَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا قَالُوا مَعْذِرَةً إِلَى رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ


Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: “Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?” Mereka menjawab: “Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertakwa”(QS Al-A’raaf 164).

3- Bukti Ukhuwah Islamiyah dan ta’awun sesama muslim. 


وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ


Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma`ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka ta`at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana “(QS At-Taubah 71).Lr

TERUNTUK AYAH DAN IBU - SANTRI PUTRI MBS CEPU (SAKHA - IBU)


Kami menerima jasa untuk pembuatan music pop dan record.
bagi temen-temen yang mau buat music baik untuk cover lagu maupun lagu ciptaan sendiri bisa menghubungi saya lewat via WA : 085729824399
Selalu support channel kami ya temen-temen jangan lupa SUBSCRIBE
website : http://tulisan-abi.blogspot.com/

17/11/2020

ONE DAY ONE HADITS - Mukmin Tidak Ada Kenyangnya Akan Kebaikan : P.P MBS CEPU

 


ONE  DAY  ONE  HADITS

Rabu, 18 November 2020 / 3 Rabi'ul akhir 1442

Mukmin Tidak Ada Kenyangnya Akan Kebaikan


عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال :

( لَن يَشبَعَ المُؤمِنُ مِن خَيرٍ يَسمَعُهُ حَتَّى يَكُونَ مُنتَهَاهُ الجَنَّةُ ) 


Dari abu Said al Khudri dari Rasulullah saw. Bersabda “ Orang yang beriman itu tidak pernah puas mendengarkan hal-hal yang baik sampai dia mencapai syurga”[Hr. At-Tirmidzi] dan dishahihkan Al-Hakim(4/129)

Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:

1- Dalam hadits diatas di sebutkan bahwa seorang Mukmin harus mencari ilmu kebaikan, baik kebaikan untuk di dunia maupun di akhirat yang kelak bisa mengantarkannya menuju nikmat Allah yaitu Surga. 

2- Mukmin yang mencari ilmu kebaikan harus berfikir secara Islami. 3- Agama Islam menganjurkan mempergunakan akal pikiran untuk menganalisa, meneliti semua makhluk dan alam benda ciptaan Allah ini, agar iman dan keyakinan semakin hidup dan semakin tinggi mutunya. 

4- Manusia melihat semua alam ciptaan Allah Ta’ala yang ditangkap oleh penglihatan, dipikir di dalam alam pikirnya, dirasakan pertimbangannya dalam hati, sebagai anugerah Tuhan yang perlu dimanfaatkan sebagai ibadah.

5- Berfikir itu pelita yang hidup di dalam hati manusia. Ia merupakan jalannya perasaan yang dikirimkan melalui otak manusia untuk dilaksanakan oleh aggota badan dan panca indera. Hamba Allah yang suka berfikir, akan menghidupkan ruhaninya, menyegarkan otaknya, dan menyegarkan pelaksanaan ibadahnya.

6- Mukmin yang berfikir secara Islami pada umumnya akan mencari ilmu kebaikan. Sehingga dengan ilmu kebaikan itulah karakter atau akhlak seorang mukmin dapat terbentuk. 

Tema hadits yang berkaitan dengan Al-Quran:

- Merekalah orang-orang yang mendapat berita gembira dalam kehidupan dunia dan akhiratnya.


فَبَشِّرْ عِبَادِ الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ ۚ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّهُ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمْ أُولُو الْأَلْبَابِ


Oleh itu gembirakanlah hamba-hambaKu yang berusaha mendengar perkataan-perkataan yang sampai kepadanya lalu mereka memilih dan menurut akan yang sebaik-baiknya (pada segi hukum ugama); mereka itulah orang-orang yang diberi hidayah petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang berakal sempurna.

[Surat Az-Zumar :17- 18].Lr

SANG SURYA - SANTRI PUTRA MBS CEPU [ MARS MUHAMMADIYAH ] POP ROCK


Kami menerima jasa untuk pembuatan music pop dan record. bagi temen-temen yang mau buat music baik untuk cover lagu maupun lagu ciptaan sendiri bisa menghubungi saya lewat via WA : 085729824399 Selalu support channel kami ya temen-temen jangan lupa SUBSCRIBE website : http://tulisan-abi.blogspot.com/

16/11/2020

Materi Khutbah Jumat Bagian 5 - SIKAP IDEAL SEORANG REMAJA MUSLIM DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN : p.p mbs cepu

 


JUDUL : SIKAP IDEAL SEORANG REMAJA MUSLIM DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN


Maasyiral Muslimin jamaah Jum’ah rahimakumullah.

Marilah dalam suasana yang penuh khidmat dan damai ini, kita manfaatkan untuk lebih meningkatkan kesadaran diri kita, untuk selalu berada pada syari’at agama Allah SwT. Karena sesungguhnya syariat agama Allah itu, merupakan jalan hidup yang sangat indah, yang dapat mengantarkan diri kita menjadi orang yang selamat dalam hidup di dunia maupun di akhirat kelak.

Di samping itu marilah kita selalu memupuk keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Azza wa Jalla, karena sesungguhnya dengan keimanan dan ketakwaan yang makin mantap dalam diri kita ini, maka berarti hidup kita semakin bermakna, dan perjalanan hidup kita akan diberikan pencerahan oleh Allah SwT, yang berupa limpahan taufik dan hidayah-Nya, sehingga kita semua termasuk hamba Allah yang beruntung.

Tetapi untuk saat ini, kita disuguhi oleh sebuah realitas dan fenomena yang memprihatinkan, bahwasanya banyak remaja atau pemuda Muslim, yang mulai kehilangan jati dirinya, mulai kehilangan predikat sebagai agen sebuah perubahan. Karena mereka banyak yang larut pada pola dan model kehidupan kekinian, yang banyak diwarnai oleh percikan budaya Barat, yang jauh dari nilai- nilai dan norma ajaran Islam.

Oleh karena itu kita tentu tidak heran, kalau dimana-mana saat ini banyak remaja atau pemuda yang notabene sebagai remaja atau pemuda Muslim, banyak yang berpakaian dengan model Barat, tidak mengindahkan lagi pola berpakaian dalam Islam. Misalnya remaja putri atau pemudinya banyak yang berpakaian ala selebriti Barat, yang tidak lagi mempertimbangkan tentang perlunya menutup aurat dalam berpakaian.

Kalau sudah demikian kenyataannya, tentu kita akan kehilangan harapan terhadap mereka, untuk menjadi tulang punggung dan penerus perjuangan dalam membela dan menegakkan Islam di negeri ini.

Maasyiral Muslimin jamaah Jum’ah rahimakumullah.

Sesungguhnya ada beberapa sikap ideal yang diajarkan oleh Al- Qur’an bagi seorang remaja atau pemuda Muslim, agar hidupnya mempunyai kepribadian yang unggul, mempunyai manfaat yang besar bagi dirinya, bagi agamanya, ataupun terhadap lingkungan masyarakatnya, terutama bagi bangsa dan negaranya. Sikap ideal yang perlu dimiliki oleh seorang remaja atau pemuda Muslim itu antara lain, adalah:

Pertama, hendaknya para remaja atau pemuda Muslim itu, tetap memiliki sikap komitmen yang teguh dalam memegang ajaran akidah yang benar dan lurus seperti yang diajarkan oleh Allah SwT. Dalam Q.s. Al-An’am: 79 ditegaskan tentang sikap komitmen pemuda Ibrahim


“Sesungguhnya aku menghadapkan diriku  kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar (lurus). Dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.”
Dari sikap Ibrahim yang demikian itu, maka menyebabkan pemuda Ibrahim disegani oleh pihak kawan dan lawannya, bahkan Ibrahim kemudian dianggap sebagai tokoh panutan bagi umat manusia.

Maasyiral Muslimin jamaah Jum’ah rahimakumullah.

Kedua, hendaknya para remaja atau pemuda Muslim, memiliki sikap istiqomah dalam memegang ajaran syariat Allah SwT dalam kehidupan dan pergaulannya. Memegang teguh tuntunan syariat agama Allah bagi seorang remaja atau pemuda pada saat sekarang ini, memang terasa berat sekali. Hal ini karena dalam jiwa seorang remaja atau pemuda itu, selalu bergolak dan seringkali dihinggapi sikap tidak mau diatur, ingin merdeka menentukan pilihan, dan ingin menentukan jalan hidupnya sesuai dengan dorongan naluri yang ada pada dirinya.
Di dalam Q.s. Yusuf: 23 dijelaskan:


“Dan wanita (Zulaikha ) yang Yusuf tinggal di dalam rumahnya, menggoda Yusuf  untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: Marilah ke sini. Yusuf berkata: Aku berlindung kepada Allah, sesungguhnya tuanku telah memperlakukan aku dengan baik. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tiada akan beruntung (hidupnya).”

Maasyiral Muslimin Jamaah Jum’ah Rahimakumullah.

Ketiga, Hendaknya remaja atau pemuda Muslim itu mampu menampilkan pesona akhlak dan kepribadian Islami dalam hidupnya.
Pesona akhlak dan kepribadian seseorang, sesungguhnya merupakan kekuatan yang maha dahsyat untuk mempengaruhi perubahan  terhadap  sesuatu keadaan. Kita ambil contoh: perubahan keadaan yang terjadi pada zaman jahiliyyah yang diprakarsai oleh Rasulullah Muhammad saw, sesungguhnya terjadi karena orang Arab sangat takjub terhadap pesona akhlak dan kepribadian Muhammad saw. Hampir-hampir seluruh perilaku Muhammad saw, menjadi daya pesona yang sangat kuat untuk diikuti oleh bangsa Arab saat itu.
Sehingga dalam rentang waktu kurang lebih 23 tahun, Muhammad saw mampu merubah keadaan pada masanya, dari masyarakat jahiliyyah yang tidak berperadaban, menjadi masyarakat madani yang berperadaban tinggi. Menurut catatan ahli sejarah, semua itu terjadi karena kekuatan pesona akhlak Nabi Muhammad saw. Sehingga karena daya pesona akhlak dan kepribadian Rasul Muhammad saw itu, banyak bangsa Arab yang tertarik untuk mengikuti ajaran Islam yang dibawa oleh pemuda Muhammad saw. Pesona akhlak Nabi Muhammad saw ini diterangkan dalam Q.s. Al- Ahzab:


“Sungguh, pada diri Rasulullah itu terdapat contoh keteladanan yang baik bagi kamu. Yaitu bagi orang-orang yang mengharap bertemu dengan Allah, dan hari akhir dan mereka yang selalu berdzikir kepada Allah, dengan dzikir yang banyak.“

Maasyiral Muslimin jamaah Jum’ah rahimakumullah.

Keempat: hendaknya para remaja dan pemuda Muslim, bersedia berkiprah di tengah-tengah masyarakat untuk memberi manfaat pada kehidupan sosial kemasyarakatan. Dengan kata lain mereka memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap keadaan lingkungannya, memiliki tanggung jawab sosial yang tinggi dalam memajukan kehidupan masyarakatnya, atau memajukan kehidupan umat manusia pada umumnya. Para remaja dan pemuda Muslim diharapkan tidak bersikap menutup diri, atau hanya mementingkan kepentingannya sendiri, tanpa mau menoleh pada kepentingan masyarakat luas. Padahal berkiprah di masyarakat luas, merupakan bukti riil bahwa mereka itu mempunyai andil dan manfaat bagi masyarakat di sekitamya.
Rasulullah mengingatkan, bahwa hakekatnya ukuran kualitas diri dan kepribadian seseorang itu, senantiasa terukur dari seberapa manfaat yang disumbangkan, yang diberikan oleh orang itu pada orang lain. Dalam sebuah sabdanya menerangkan:


“Sebaik-baik  manusia  itu adalah manusia yang mampu memberi manfaat pada manusia lain (masyarakat luas). ( HR Muslim).

Demikian uraian khutbah yang sederhana ini tentang: Sikap Ideal Seorang Remaja Muslim dalam Perspektif Al-Qur'an. Semoga uraian yang singkat ini dapat bermanfaat bagi kita sekalian. Amien.


KHUTBAH KE 2 DI AWALI MUQODIMAH 

DO'A




14/11/2020

Surah Ar-rohman 1 - 30 [ Santri Putra MBS Cepu ]

 


Kami menerima jasa untuk pembuatan music pop dan record. bagi temen-temen yang mau buat music baik untuk video cover lagu, video cover preweeding, maupun lagu ciptaan sendiri bisa menghubungi saya lewat via WA : 085729824399 Selalu support channel kami ya temen-temen jangan lupa SUBSCRIBE



ONE DAY ONE HADITS - Antara Kebajikan dan Dosa : P.P MBS CEPU

 


ONE  DAY  ONE  HADITS

Ahad, 15 November 2020 

29 Rabi'ul awwal 1442

Antara Kebajikan dan Dosa


عَنْ النَّوَّاسِ بنِ سَمْعَانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى الله عليه وسلم قَالَ : الْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ وَاْلإِثْمُ مَا حَاكَ فِي نَفْسِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ . [رَوَاهُ مُسْلِم] .

وَعَنْ وَابِصَةَ بْنِ مَعْبَد رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : أَتَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : جِئْتَ تَسْألُ عَنِ الْبِرِّ قُلْتُ : نَعَمْ، قَالَ : اِسْتَفْتِ قَلْبَكَ، الْبِرُّ مَا اطْمَأَنَّتْ إِلَيْهِ النَّفْسُ وَاطْمَأَنَّ إِلَيْهِ الْقَلْبُ، وَاْلإِثْمُ مَا حَاكَ فِي النَّفْسِ وَتَرَدَّدَ فِي الصَّدْرِ، وَإِنْ أَفْتَاكَ النَّاسُ وَأَفْتَوْكَ “

[حديث حسن رويناه في مسندي الإمامين أحمد بن حنبل والدارمي بإسناد حسن]


Dari Nawwas bin Sam’an radhiallahuanhu , dari Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda : “Kebaikan adalah akhlak yang baik, dan dosa adalah apa yang terasa mengaggu jiwamu dan engkau tidak suka jika diketahui manusia “ Riwayat Muslim. Dan dari Wabishah bin Ma’bad radhiallahuanhu dia berkata : Saya mendatangi Rasulullah saw, lalu beliau bersabda : Engkau datang untuk menanyakan kebaikan ?, saya menjwab : Ya. Beliau bersabda : Mintalah pendapat dari hatimu, kebaikan adalah apa yang jiwa dan hati tenang karenanya, dan dosa adalah apa yang terasa mengganggu jiwa dan menimbulkan keragu-raguan dalam dada, meskipun orang-orang memberi fatwa kepadamu dan mereka membenarkannya.

(Hadits hasan kami riwayatkan dari dua musnad Imam Ahmad bin Hanbal dan Ad Darimi dengan sanad yang hasan.

Pelajaran yang terdapat di dalam hadits :

1. Tanda perbuatan dosa adalah timbulnya keragu-raguan dalam jiwa dan tidak suka kalau hal itu diketahui orang lain.

2. Siapa yang ingin melakukan suatu perbuatan maka hendaklah dia menanyakan hal tersebut pada dirinya .

3. Anjuran untuk berakhlak mulia karena akhlak yang mulia termasuk unsur kebaikan yang sangat besar.

4. Hati seorang mu’min akan tenang dengan perbuatan yang halal dan gusar dengan perbuatan haram.

5. Melihat terlebih dahulu ketetapan hukum sebelum mengambil tindakan. Ambillah yang paling dekat dengan ketakwaan dan kewara’an dalam agama.

6. Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam ketika menyampaikan sesuatu kepada para shahabatnya selalu mempertimbangkan kondisi mereka.

7. Perhatian Islam terhadap pendidikan sisi agama yang bersifat internal dalam hati orang beriman dan meminta keputusannya sebelum mengambil tindakan.

Tema hadits yang berkaitan dengan Al-Quran:

1. Kebenaran melahirkan ketenangan hati


وَمَا جَعَلَهُ اللَّهُ إِلا بُشْرَى وَلِتَطْمَئِنَّ بِهِ قُلُوبُكُمْ وَمَا النَّصْرُ إِلا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ 


DanAllahtidakmenjadikannya (mengirim bala bantuan itu), melainkan sebagai kabar gembira dan agar hati kalian menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Maha­bijaksana.

(Al-Anfal:10)

2. Hati-hati dalam memberi fatwa


وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا 


Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempu­nyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung­jawabannya.(Al-Isro:36).

SANG SURYA - MARS MUHAMMADIYAH NEW VERSION [ MBS CEPU ] SANTRI PUTRI

 


Kami menerima jasa untuk pembuatan music pop dan record. bagi temen-temen yang mau buat music baik untuk video cover lagu, video cover preweeding, maupun lagu ciptaan sendiri bisa menghubungi saya lewat via WA : 085729824399 Selalu support channel kami ya temen-temen jangan lupa SUBSCRIBE



BANGKIT DAN BERJUANG - SANTRI PUTRI MBS CEPU [ OFFICIAL MUSIC VIDEO 2020 ]

 


Kami menerima jasa untuk pembuatan music pop dan record. bagi temen-temen yang mau buat music baik untuk video cover lagu, video cover preweeding, maupun lagu ciptaan sendiri bisa menghubungi saya lewat via WA : 085729824399 Selalu support channel kami ya temen-temen jangan lupa SUBSCRIBE



BANGKIT DAN BERJUANG - MBS CEPU [ OFFICIAL MUSIC VIDEO 2020 ]

 


Kami menerima jasa untuk pembuatan music pop dan record. bagi temen-temen yang mau buat music baik untuk video cover lagu, video cover preweeding, maupun lagu ciptaan sendiri bisa menghubungi saya lewat via WA : 085729824399 Selalu support channel kami ya temen-temen jangan lupa SUBSCRIBE



SAHABAT KECIL - SANTRI MBS CEPU

 


Kami menerima jasa untuk pembuatan music pop dan record. bagi temen-temen yang mau buat music baik untuk video cover lagu, video cover preweeding, maupun lagu ciptaan sendiri bisa menghubungi saya lewat via WA : 085729824399 Selalu support channel kami ya temen-temen jangan lupa SUBSCRIBE




I LIKE YOU SO MUCH - SANTRI PUTRI MBS CEPU [ COVER 2020 ]

 


Kami menerima jasa untuk pembuatan music pop dan record. bagi temen-temen yang mau buat music baik untuk video cover lagu, video cover preweeding, maupun lagu ciptaan sendiri bisa menghubungi saya lewat via WA : 085729824399 Selalu support channel kami ya temen-temen jangan lupa SUBSCRIBE




TILAWAH SURAH AL-ANFAL AYAT 1-6 [ SANTRI PUTRI MBS CEPU ]

 


Kami menerima jasa untuk pembuatan music pop dan record. bagi temen-temen yang mau buat music baik untuk video cover lagu, video cover preweeding, maupun lagu ciptaan sendiri bisa menghubungi saya lewat via WA : 085729824399 Selalu support channel kami ya temen-temen jangan lupa SUBSCRIBE



TILAWAH AL-QUR'AN SURAH AL-KAHFI 109 - 110 & AL-HASHR 23 [ QORI SANTRI MBS CEPU PUTRA ]

 


Kami menerima jasa untuk pembuatan music pop dan record. bagi temen-temen yang mau buat music baik untuk video cover lagu, video cover preweeding, maupun lagu ciptaan sendiri bisa menghubungi saya lewat via WA : 085729824399 Selalu support channel kami ya temen-temen jangan lupa SUBSCRIBE



13/11/2020

ONE DAY ONE HADITS - Kemana Masa Mudaku Melangkah? : P.P MBS CEPU

 


ONE  DAY  ONE  HADITS

Sabtu, 14 November 2020

28 Rabi'ul awwal 1442

Kemana Masa Mudaku Melangkah?


عن أبي هريرة رضي اللَّه عنه، رسول اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلم قال :

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ: اْلإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ، وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِي اللهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ، وَرَجُلٌ دعته امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ: إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ


Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

“Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah dengan naungan ‘Arsy-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali hanya naungan-Nya semata. Mereka adalah pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh besar dalam beribadah kepada Rabbnya, seseorang yang hatinya senantiasa terpaut pada masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah; keduanya berkumpul berpisah karena Allah, seorang laki-laki yang diajak (berzina) oleh seorang wanita yang berkedudukan lagi cantik lalu mengatakan, ‘Sungguh aku takut kepada Allah’, seseorang yang bersedekah lalu merahasiakannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya, dan orang yang berdzikir kepada Allah di waktu sunyi, lalu berlinanglah air matanya” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim).

Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:

1- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan ganjaran yang didapatkan oleh pemuda yang tumbuh besar dalam beribadah kepada Rabbnya sebagai bentuk kasih sayang beliau kepada para pemuda, agar mereka semangat menghamba kepada Rabb alam semesta.

2- Bahwa salah satu golongan orang yang mendapatkan naungan ‘Arsy Allah pada hari akhir adalah pemuda yang tumbuh besar dalam beribadah kepada Rabbnya. Pada hari itu, manusia dikumpulkan di padang Mahsyar. Matahari didekatkan sedekat satu mil dari mereka, sehingga manusia berkeringat, hingga keringat tersebut menenggelamkan mereka sesuai dengan amalan masing-masing ketika di dunia ini. Maka, betapa beruntungnya orang-orang yang mendapatkan naungan ‘Arsy Allah saat itu, karena demikian panas terasa.

3- Bahwa maknanya adalah pemuda yang saat masa muda, kebaikannya lebih banyak dan keburukannya lebih sedikit dibandingkan dengan pemuda lain yang tumbuh tidak dalam ketaatan kepada Allah. Lalu saat-saat tuanya dan akhir hidupnya, iapun taat kepada Rabbnya.

4- Bahwa maknanya adalah pemuda yang terdidik dalam ketaatan kepada Allah. Sejak kecilnya ia tumbuh berkembang di atas ketaatan tersebut, sehingga ketika sampai usia muda, ia disibukkan dengan ketaatan, bahkan ia habiskan waktu mudanya dalam ketaatan kepada Rabbnya. Hingga iapun diganjar dengan mendapatkan naungan ‘Arsy Allah pada hari Akhir, karena langgengnya dalam menjaga diri dan mengendalikan hawa nafsu agar tidak berbuat sesuatu yang menyelisihi perintah Rabbnya.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al qur'an :

- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sosok utusan Allah yang paling semangat dalam mendidik para pemuda. Beliau memiliki kasih sayang yang sangat besar terhada umat ini. Beliau tidak ingin sedikitpun mereka terluput dari kebaikan.


لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ


“Sungguh telah datang kepada kalian seorang Rasul dari kaum kalian sendiri, berat terasa olehnya penderitaan kalian, sangat menginginkan (keimanan dan kebaikan) bagi  kalian, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin” (At-Taubah: 128).

12/11/2020

ANGKET KEGIATAN AKHIR SEMESTER 1 (GASAL) P.P MBS CEPU

 


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Mengharap dengan hormat kepada Bapak/ Ibu Wali Santri untuk Merespon Angket berikut, untuk kesiapan Program Kegitan Akhir Semester 1 (Gasal) di Pondok Pesantren Modern MBS Cepu Tahun Pelajaran 2020/2021dalam masa Pandemi Covid-19

والسَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

*Batas pengisian angket 13-20 November 2020


ONE DAY ONE HADITS - Shaf Terbaik Wanita : P.P MBS CEPU

 


ONE  DAY  ONE  HADITS

Jum'at, 13 November 2020 

27 Rabi'ul awwal 1442


 Shaf Terbaik Wanita


عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرُهَا وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا. مُسْلِمٌ، وأَبُوْ دَاوُدَ وَالتِّرْمِذِيُّ والنَّسَائِيُّ وابْنُ مَاجَةَ


Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

"Sebaik-baiknya shaf laki-laki adalah shaf terdepan dan seburuk-buruknya adalah shaf yang terakhir, dan sebaik-baiknya shaf wanita adalah shaf yang terakhir, dan seburuk-buruknya adalah shaf terdepan".

(HR. Muslim, Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Majah)

Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:

1- Bahwa sebaik-baiknya shaf wanita adalah shaf yang paling belakang ialah karena shaf yang paling belakang itu adalah shaf yang paling jauh dari kaum pria, semakin jauh seorang wanita dari kaum pria maka semakin terjaga dan terpelihara kehormatannya, dan semakin jauh dari kecenderungan terhadap kemaksiatan.

2- Akan tetapi jika tempat shalat kaum wanita jauh dan terpisah dengan dinding atau pembatas sejenis lainnya, sehingga kaum wanita itu hanya mengandalkan pengeras suara dalam mengikuti imam, maka pendapat yang kuat dalam hal ini adalah, bahwa shaf yang pertama adalah yang lebih utama dari pada shaf yang dibelakangnya dan seterusnya, karena shaf terdepan ini lebih dekat kepada kiblat.

[Fatawa Ash-Shiyam, Syaikh Abdullah Al-Jibrin, hal. 94]

Tema hadist yang berkaitan dengan Al qur'an :

- Hendaknya kalian shalat bersama-sama dengan orang-orang yang mengerjakan shalat (shalat berjamaah).


وَأَقِيمُواْ الصَّلاَةَ وَآتُواْ الزَّكَاةَ وَارْكَعُواْ مَعَ الرَّاكِعِين


“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk” (QS. Al-Baqarah – 43).

11/11/2020

ONE DAY ONE HADITS - Makruh Minum dengan Berdiri : P.P MBS CEPU

 


ONE  DAY  ONE  HADITS

Kamis, 12 November 2020 / 26 Rabi'ul awwal 1442

Makruh Minum dengan  Berdiri 


عن أبى هريرةُ رضي اللّه تعالى عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه و سلم: لَا يَشْرَبَنَّ أَحَدٌ مِنْكُمْ قَائِمًا (أخرجه مسلم)


Dari Abū Hurairah radhiyallāhu Ta’āla ‘anhu, beliau berkata: Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Janganlah sekali-kali seorang dari kalian minum dalam kondisi berdiri”.

[HR Imam Muslim] 

Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:

1- Perlu diketahui bahwa minum sambil duduk tetap diperintahkan karena mengingat adanya larangan minum sambil berdiri.

2- Sedangkan hadits lain menyebutkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam minum air zam-zam sambil berdiri.

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu anhuma berkata,


سَقَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ زَمْزَمَ فَشَرِبَ قَائِمًا


“Aku memberi minum kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari air zam-zam, lalu beliau minum sambil berdiri” [HR. Bukhari no. 1637 dan Muslim no. 2027]

Mayoritas ulama menganggap bahwa hadits terakhir di atas menunjukkan bolehnya minum seperti itu. Bahkan dalam hadits yang lain disebutkan bahwa beliau minum juga sambil berdiri selain pada air zam-zam. Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, ia berkata,


رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَشْرَبُ قَائِمًا وَقَاعِدًا


“Aku pernah melihat Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- minum sambil berdiri, begitu pula pernah dalam keadaan duduk” [HR. Tirmidzi no. 1883 dan beliau mengatakan hadits ini hasan shahih] 

3- Dalam Syarh Shahih Muslim,  Imam Nawawi menjelaskan, setelah menyebutkan hadits-hadits yang membicarakan minum sambil berdiri bahwa hadits-hadits tersebut tidaklah bermasalah dan tidak ada yang dhoif, bahkan seluruhnya shahih. Pemahaman yang tepat, hadits yang menyebutkan larangan minum sambil berdiri menunjukkan makruhnya. Sedangkan hadits yang membicarakan cara minum Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sambil berdiri menunjukkan bolehnya. Jadi kedua macam hadits tersebut tak saling kontradiksi. Demikiam penjelasan Imam Nawawi.

4- Kesimpulan yang lebih baik, tidak ada anjuran minum air zam-zam atau minum air yang yang lainnya sambil berdiri. Keadaan yang baik saat minum air tersebut adalah sambil duduk. Sedangkan yang disebutkan kalau beliau minum sambil berdiri adalah menunjukkan kebolehan sebagaimana keterangan Imam Nawawi rahimahullah di atas.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al-qur'an :

1- Seorang muslim minum sambil berjalan, minum dengan tangan kiri, tanpa berdoa, bahkan menyisakan minuman, hal ini seakan sudah menjadi pemandangan. Bila amal ibadah yang ringan saja sudah ditinggalkan dan disepelekan, bagaimana dengan amalan yang besar pahalanya?? Atau mungkinkah karena hal itu hanya merupakan suatu ibadah yang kecil kemudian kita meninggalkannya dengan alasan kecilnya pahala yang akan kita peroleh


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَلا تُبْطِلُوا أَعْمَالَكُمْ 


“Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul, dan janganlah kamu merusakkan segala amalmu.” (QS. Muhammad 33)

2- Saat ini banyak kita jumpai seorang muslim yang menyepelekan amalan sunnah, namun berlebihan pada perkara yang mubah. Maka perhatikanlah firman Allah Ta’ala,


وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ


“Dan apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sungguh, Allah sangat keras hukuman-Nya.” (QS. Al-Hayr : 7)

10/11/2020

ONE DAY ONE HADITS - Ulama' Pewaris Nabi : P.P MBS CEPU

 


ONE  DAY  ONE  HADITS

Selasa, 10 November 2020 / 24 Rabi'ul awwal 1442

Ulama' Pewaris Nabi


 عَنْ أَبي الدَّرْداءِ رضي اللَّه عنه، قَال: سمِعْتُ رَسُول اللَّهِ ﷺ، يقولُ: قَال: سمِعْتُ رَسُول اللَّهِ ﷺ، يقولُ: منْ سَلَكَ طَريقًا يَبْتَغِي فِيهِ علْمًا سهَّل اللَّه لَه طَريقًا إِلَى الجنةِ، وَإنَّ الملائِكَةَ لَتَضَعُ أجْنِحَتَهَا لِطالب الْعِلْمِ رِضًا بِما يَصْنَعُ، وَإنَّ الْعالِم لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ منْ في السَّمَواتِ ومنْ فِي الأرْضِ حتَّى الحِيتانُ في الماءِ، وفَضْلُ الْعَالِم عَلَى الْعابِدِ كَفَضْلِ الْقَمر عَلى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ، 

إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ، إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَاراً وَلاَ دِرْهَماً إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنَ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ


Dari Abu Darda' radhiyallahu anhu berkata, aku mendengar rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : "Barang siapa menempuh jalan untuk mendapatkan padanya ilmu(agama) maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga, sungguh para malaikat membentangkan sayap-sayapnya bagi penuntut ilmu, senang dengan apa yang diperbuatnya dan sungguh orang yang 'alim(berilmu) akan dimintakan ampun siapa yang ada dilangit-langit dan dibumi bahkan semua ikan yang ada diair dan kemuliaan orang yang 'alim dibandingkan dengan orang yang ahli dalam beribadah seperti bulan dan bintang-bintang di langit, 

sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu. Barang siapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (al-Imam at-Tirmidzi di dalam Sunan beliau no. 2681, Ahmad di dalam Musnad-nya (5/169), ad-Darimi di dalam Sunan-nya (1/98), Abu Dawud no. 3641, Ibnu Majah di dalam Muqaddimah-nya, serta dinyatakan sahih oleh al-Hakim dan Ibnu Hibban. Asy-Syaikh al-Albani rahimahullah mengatakan, “Haditsnya shahih.” Lihat kitab Shahih Sunan Abu Dawud no. 3096, Shahih Sunan at-Tirmidzi no. 2159, Shahih Sunan Ibnu Majah no. 182, dan Shahih at-Targhib, 1/33/68)

Pelajaran yang terdapat didalam hadist:

1- Warisan merupakan barang berharga yang ditinggalkan oleh orang yang meninggal dunia kepada orang-orang yang masih hidup. Saking berharganya sampai sering terjadi pertumpahan darah di antara ahli waris memperebutkan warisan tersebut. Namun ada warisan yang demikian berharga tetapi jarang manusia memperebutkannya.

Warisan tersebut adalah ilmu agama, yang merupakan peninggalan para nabi kepada umatnya. Hanya sedikit orang yang mau mengambil warisan tersebut, lebih-lebih lagi di masa kini. Merekalah para ulama, orang-orang yang memiliki sifat “tamak” dalam mendapatkan warisan nabi. Tidakkah kita ingin meniru mereka?

2- Di samping sebagai perantara antara diri-Nya dengan hamba-hamba-Nya, dengan rahmat dan pertolongan-Nya, Allah subhanahu wa ta’ala juga menjadikan para ulama sebagai pewaris perbendaharaan ilmu agama sehingga ilmu syariat terus terpelihara kemurniannya sebagaimana awalnya. 

3- Sungguh para pengikut nabi dan rasul menyeru pula sebagaimana seruan mereka. Mereka itulah para ulama dan orang-orang yang beramal saleh pada setiap zaman dan tempat, sebab mereka adalah pewaris ilmu para nabi dan orang-orang yang berpegang dengan sunnah-sunnah mereka.

4- Keberadaan ulama di tengah kaum muslimin akan mendatangkan rahmat dan berkah dari Allah subhanahu wa ta’ala. Lebih-lebih Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengistilahkan mereka dalam sebuah sabdanya:


مَفَاتِيحُ لِلْخَيرِ مَغَالِيقُ لِلشَّرِّ


“Sebagai kunci-kunci untuk membuka segala kebaikan dan sebagai penutup segala bentuk kejahatan.”

5- Asy-Syaikh Shalih Fauzan mengatakan, “Kita wajib memuliakan ulama muslimin karena mereka adalah pewaris para nabi, maka meremehkan mereka termasuk meremehkan kedudukan dan warisan yang mereka ambil dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam serta meremehkan ilmu yang mereka bawa. Ba…

09/11/2020

SPIRIT TAHAJUD - P.P MBS CEPU



Slamet syamsudiman,S.PdI,S.Pd.

Mu'dir MBS Cepu.


SPIRIT TAHAJUD 

Berkomunikasi Dengan Allah

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

Dalam Surat Asy-Syura Ayat 51


۞ وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولًا فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ


Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.

👉 Setiap orang bisa berkomunikasi dengan Allah, asal mau dan mengikuti cara serta prosedur yang telah ditetapkan oleh Allah sendiri. Allah adalah penguasa tertinggi di Alam Jagat Raya, Dia maha tinggi, Maha agung, Maha kuasa, Maha mulia, Maha terpuji…… dan maha segala galanya. Kita adalah mahluk ciptaan-Nya yang sangat kecil dan lemah. Diri kita sangat tidak berarti dan berharga jika dibandingkan dengan alam semesta yang diciptakanNya ini. 

👉 Sangat tidak wajar dan tidak patut kalau kita ingin berkomunikasi dengan Allah,  menggunakan cara semau kita sendiri. Dia akan menutup pintu jika kita berkomunikasi dengan-Nya secara seronok menggunakan cara kita sendiri. Allah telah menyiapkan perangkat dan prosedur untuk berkomunikasi denganNya. Kita yang butuh padaNya bukan Dia yang butuh pada kita. Ikutilah tata cara dan prosedur yang telah ditetapkanNya. Dia akan menerima kita dengan senang dan penuh perhatian. Nikmatilah berkomunikasi dan bercakap cakap denganNya. Dia siap menerima kita dalam pembicaraan secara khusus seorang diri ataupun secara(berjama’ah). 🌷

👉 Fikiran dan hati adalah alat utama untuk berkomunikasi dengan Allah, kita tidak mungkin bertemu Allah secara fisik. Kita harus melatih kepekaan hati dan fikiran untuk berkomunikasi denganNya. Allah maha tahu tentang keadaan kita, Dia selalu menjawab pertanyaan kita baik yang diucapkan secara lisan maupun dalam hati. Masalahnya hati dan fikiran kita kurang peka sehingga tidak mampu menangkap isyarat atau jawaban dari Allah. 

👉 Untuk dapat menangkap isyarat dari Allah kita harus melatih kepekaan hati dan fikiran untuk memahami dan menangkap isyarat yang diberikan Allah kepada kita dalam kehidupan sehari hari. Setiap saat Ia selalu mengingatkan kita akan berbagai hal yang merupakan bimbingan , petunjuk atau peringatan akan adanya bahaya yang mengancam. Orang yang hati dan fikirannya kusut dan kasar , tertutup berbagai dosa dan maksiat tidak akan mampu menangkap isyarat tersebut. Merekalah orang yang hidup dalam kegelapan, kebingungan, kesesatan dan terpuruk dalam penderitaan berkepanjangan didunia dan akhirat. 

✍ Sholat dengan khusyu' dan benar adalah salah satu cara berkomunikasi dengan Allah, yang telah ditetapkan oleh Allah sendiri. Maka Rasulullah bersabda : ”As-sholatu mi’rojul mu’min, Sholat itu adalah Mi’rajnya orang mukmin“. Barang siapa yang ingin berdialog dan bercakap cakap dengan Allah, lakukan-lah sholat dengan khusyu’ dan benar. Kalau kita sudah terbiasa berdialog dengan Allah dalam sholat, kebiasan berdialog itu akan muncul secara otomati diluar sholat, ketika kita menghadapi berbagai masalah. Insya Allah kita akan selalu medapat bembingan-Nya dalam mengatasi berbagai masalah yang menghampiri kita.

Materi Khutbah Jum'at Bagian 4 - LAKSANAKAN AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR : P.P MBS CEPU

 



Alhamdulillah kita panjatkan syukur kepada Allah SwT, yang dengan rahmat dan nikmatnya, kita masih diberi kesempatan untuk mengecap dan menikmati udara yang segar serta menyejukkan di tahun 2020 ini.

Seiring dengan itu mesti kita sadari bahwa umur kita telah bertambah satu tahun, tetapi usia kita telah berkurang pula satu tahun, dan batas waktu serta kesempatan untuk berbuat dan beramal telah bertambah sempit dan berkurang juga.

Lima belas abad yang lampau Khalifah Umar telah menyadari betapa pentingnya hidup, sehingga beliau memberi peringatan


Artinya: Bikinlah perhitungan sebelum kita diperhitungkan orang.

Membuat perhitungan berarti kita mengadakan koreksi terhadap diri, usaha dan tindak tanduk kita pada masa lampau mengenai salah atau benar, sesuai atau tidak dengan kehendak dan perintah Allah SwT

Sidang Jum’at yang berbahagia.
Dalam Al-Qur’an sering kita baca, bahwa Tuhan telah menjanjikan bantuannya kepada orang-orang yang mentaatinya. Banyak sekali ayat dan firman Allah dalam Al-Qur’an yang menjanjikan kemenangan- kemenangan dan kehidupan yang baik di dunia. Diantaranya firman Allah yaitu:


"Barangsiapa   yang mengerjakan amal shalih, baik laki- laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.
Dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (Q.s. An-Nahl: 97)

Kaum Muslimin Rahimakumullah.
Apakah sebabnya  gerangan, maka sampai hari ini, janji Allah itu, masih merupakan janji saja dan belum menjadi kenyataan? Apakah Allah yang tidak menepati janjinya,
ataukah kita yang tidak masuk ke dalam golongan yang telah dijanjikan Allah itu? Kita harus yakin bahwa Allah tidak pernah menyalahi diri.


"Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji." (Q.s. Ali Imran: 9)

Oleh sebab itu, pada tahun sekarang ini, mari kita adakan koreksi terhadap diri dan masyarakat kita, mengapa Allah belum juga memberikan janjinya itu kepada kita. Mengapa kita belum juga hidup aman, makmur dan bahagia? Marilah kita bertanya kepada diri kita masing- masing. Sudahkah kita buktikan ketaatan kita kepada Allah dalam segala gerak-gerik, tingkah laku dan amal perbuatan kita? Sudahkah kita berbuat dan melaksanakan tugas- tugas yang diwajibkan Allah kepada kita? Sudahkah kita melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar terhadap diri kita dan juga masyarakat kita?
Makin lama, makin berkurang juga orang berbuat baik dan bertambah banyak orang berbuat maksiat dan belum ada juga tangan mengulurkan hendak menutup pintu- pintunya, apalagi kita masih belum mampu melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar terhadap diri sendiri, keluarga serta kerabat.

Kaum Muslimin yang berbahagia.
Setiap pribadi Muslim tidak boleh putus asa dan frustrasi menghadapi kejadian-kejadian maksiat ini. Di sinilah terletak perjuangan hidup karena hidup ini adalah berjuang. Selama hayat dikandung badan kewajiban amar ma’ruf nahi munkar ini akan berjalan terus menerus. Bahwa di dalam masyarakat nanti akan dijumpai 4 (empat ) macam keadaan mengenai pelaksanaan amar ma’ruf nahi munkar, antara lain :

Pertama: Pada suatu masa akan ditemukan isteri-isteri yang durhaka dan membangkang kepada suaminya, yang tidak setia, yang menyeleweng, dan sebangainya.

Kedua: Dalam masyarakat akan muncul juga orang yang bersikap masa bodoh apatis, dia tidak mau lagi mengajak orang lain berbuat yang ma’ruf, sebagaimana ia tidak perduli meskipun kemunkaran bergelimpangan di bawah kelopak matanya.

Ketiga: Pemandangan sebagaian orang berkunang-kunang dan kabur, yang hitam dipandangnya putih, yang merah kelihatan biru, dan lain-lain.

Keempat: Kelompok orang-orang yang suka memutar balikkan fakta atau kenyataan dan norma-norma yang sehat. Penjual bangsa dikatakan pahlawan bangsa, dan patriot-patriot penegak hukum dan keadilan dianggap sebagai pengkhianat sebagaimana yang sering terjadi pada masa orde lama.

Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah.
Kewajiban amar ma’ruf nahi munkar yang pertama kali ditujukan kepada diri sendiri dan yang kedua kepada keluarga kita, kemudian kepada masyarakat sebagaimana firman Allah SwT :


"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (Q.s. At-Tahrim: 6)

Untuk mengetahui suatu perbuatan baik atau jahat, ma'ruf atau munkar, kita tidak dapat dan tidak bisa mempergunakan ukuran sendiri. Penilaian dengan menggunakan ukuran sendiri adalah suatu penilaian yang subyektif, yang amat jarang sekali mendekati kebenaran. Oleh karena itu, Allah SwT telah memberikan kriteria dengan firman-Nya:


"Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat  itu suatu kebajikan. Akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, Nabi-Nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan  pertolongan) dan orang-orang yang meminta- minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, menunaikan zakat; dan orang- orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang- orang yang sabar  dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang- orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa." (Q.s.Al-Baqarah: 177)

Jadi kriteria yang harus kita pergunakan untuk menilai dan memberi penilaian terhadap segala sesuatu, harus kriteria yang telah diberikan dan ditunjukkan Allah SwT. Tanpa menggunakan kriteria Allah SwT ini, maka kita akan berada pada situasi dan keadaan sebagaimana yang dilukiskan oleh Rasulullah saw tadi, dan akan selalu dalam bimbang dan ragu. Bertolak dari kriteria Allah SwT inilah kita melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar, karena dijiwai oleh keimanan dan keyakinan kita kepada Allah SwT.




KHUTBAH KE 2 ( DIAWALI MUQODIMAH LAGI )

DO'A