MBS CEPU
13/12/2025
Bacaan Sholat dan Terjemah Sesuai HPT Muhammadiyah
30/05/2025
Sakit: Rahmat yang Tak Kasat Mata
Seseorang yang diuji dengan sakit, bukan berarti ia tidak merasa lelah. Ia mungkin menahan nyeri, menangis di tengah malam, dan berharap semua segera berakhir. Namun, di balik semua itu, ada satu hal yang tetap ia jaga: keyakinan bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan rasa sakitnya.
"Di balik rasa sakitnya, ada rahmat yang tak kasat mata.Setiap detik penderitaan yang ia alami akan terbayar dengan berguguran dosa-dosa.Bukan sebagai hukuman, tapi sebagai bentuk kasih sayang Allah yang sedang membersihkan jiwa dan raganya."
Sakit, meski perih, sejatinya adalah proses penyucian dari langit. Allah membersihkan hamba-Nya dengan cara yang lembut tapi mendalam. Tubuh boleh melemah, tapi ruh sedang dikuatkan.
📖 Dalil Hadis: Penghapus Dosa
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا يُصِيبُ ٱلْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ ٱللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
"Tidaklah seorang Muslim tertimpa keletihan, penyakit, kegundahan, kesedihan, gangguan, atau kesusahan—bahkan duri yang menusuknya—melainkan Allah akan menghapus sebagian dari kesalahan-kesalahannya karena itu."(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menjadi pelipur lara bagi siapa pun yang sedang terbaring dalam sakit. Bahwa setiap rasa tidak nyaman yang dirasakan, sedang Allah ubah menjadi kebaikan.
📖 Dalil Al-Qur'an: Ujian Adalah Jalan Menuju Derajat Tinggi
وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيۡءٖ مِّنَ ٱلۡخَوۡفِ وَٱلۡجُوعِ وَنَقۡصٖ مِّنَ ٱلۡأَمۡوَٰلِ وَٱلۡأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّـٰبِرِينَ • ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَـٰبَتۡهُم مُّصِيبَةٞ قَالُوٓاْ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيۡهِ رَٰجِعُونَ • أُوْلَٰٓئِكَ عَلَيۡهِمۡ صَلَوَٰتٞ مِّن رَّبِّهِمۡ وَرَحۡمَةٞۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُهۡتَدُونَ
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata: ‘Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali’.Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk."(QS. Al-Baqarah: 155–157)
🌼 Penutup: Sakit Bukan Akhir, Tapi Awal Cahaya
Sakit bukanlah akhir dari segalanya. Justru ia menjadi jalan awal menuju pembersihan dan kemuliaan. Maka, bagi yang sedang diuji, tetaplah bersabar dan bertawakkal. Karena Allah melihat setiap air mata, mendengar setiap doa, dan mencatat setiap detik kesabaran.
Dan pada akhirnya, jiwa yang telah diuji dengan sabar akan keluar lebih bersih, lebih kuat, dan lebih dekat dengan-Nya.
29/05/2025
Memaafkan: Jalan Menuju Kedamaian Jiwa
Memaafkan bukan perkara mudah. Luka yang tertinggal seringkali begitu dalam, bahkan bertahun-tahun setelah kejadian itu berlalu. Namun, orang yang memaafkan bukanlah orang yang lemah—ia justru memiliki kekuatan hati yang luar biasa.
"Seseorang yang memaafkan, bukan berarti ia tidak terluka.
Tapi ia memilih tenang daripada terus menyimpan bara yang membakar hatinya sendiri.
Karena ia sadar, memaafkan adalah langkah untuk menyembuhkan dirinya,
melepaskan beban, dan memberi ruang untuk kedamaian."
Dalam memaafkan, seseorang tidak hanya membebaskan orang lain—tetapi juga membebaskan dirinya sendiri dari kemarahan, dendam, dan rasa sesak yang menggerogoti ketenangan.
Dalil Al-Qur’an: Allah Mencintai Orang yang Memaafkan
Allah ﷻ berfirman:
وَلۡيَعۡفُوا۟ وَلۡيَصۡفَحُوٓا۟ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَن يَغۡفِرَ ٱللَّهُ لَكُمۚ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٞ
"Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
(QS. An-Nūr: 22)
Ayat ini mengajarkan bahwa memaafkan adalah cara kita meniru kasih sayang Allah. Jika kita ingin diampuni oleh Allah, maka kita pun harus belajar memberi maaf kepada sesama.
Hadis Nabi ﷺ: Kekuatan Ada pada Pengendalian Diri
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِندَ الْغَضَبِ
"Orang kuat bukanlah yang menang dalam bergulat, tetapi orang kuat adalah yang mampu menahan dirinya saat marah."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Memaafkan berarti mengendalikan diri, meredam kemarahan, dan memenangkan pertempuran batin yang sering tak terlihat oleh orang lain.
Mengapa Harus Memaafkan?
-
Karena dendam tidak pernah menyembuhkan luka.
Ia hanya memperpanjang penderitaan batin. -
Karena kita pun sering kali menjadi orang yang salah.
Dan berharap orang lain memberi kita maaf. -
Karena memaafkan adalah bentuk keikhlasan.
Dan keikhlasan membuka pintu-pintu rahmat Allah.
Penutup: Memaafkan Bukan Melupakan, Tapi Melepaskan
Memaafkan bukan berarti melupakan apa yang terjadi.
Bukan juga membenarkan kesalahan.
Namun, memaafkan adalah keputusan untuk tidak membiarkan luka menguasai hidup kita.
Itulah kebebasan sejati: bebas dari beban masa lalu, dan memberi ruang bagi kedamaian untuk tumbuh.
Jadi, jika kamu sedang menyimpan luka, lihatlah ke dalam hati.
Mungkin sudah waktunya... untuk melepaskan, dan memaafkan.
Renungan Kehidupan - Subuh: Cermin Iman, Penentu Keselamatan
Salat Subuh bukan hanya rutinitas ibadah. Ia adalah tolok ukur keimanan, penjaga dari neraka, dan sumber kekuatan jiwa. Siapa yang menjaga Subuh, sejatinya sedang menjaga dirinya dari kehancuran akhirat dan juga dari kelemahan hidup di dunia.
"Jika Subuhnya senantiasa dipelihara... Itu tanda akan selamat dari neraka.Jika Subuhnya tiada dia tinggal... Allah melindunginya dari segala arah.Jika Subuhnya didahului dengan sunnah... Pasti seluruh dunia beserta isinya, dia dapat.Jika kau ingin lihat orang Islam, lihatlah saat salat hari raya dan salat Jum’at.Tapi jika kau ingin lihat orang beriman, lihatlah saat salat Subuh."— Buya HAMKA
Ucapan Buya HAMKA ini menyiratkan bahwa salat Subuh adalah penyaring utama antara mereka yang sekadar Islam, dan mereka yang sungguh-sungguh beriman.
🌅 Salat Subuh Menyelamatkan dari Neraka
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَن يَلِجَ النَّارَ أَحَدٌ صَلَّى قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا
Yang dimaksud adalah salat Subuh dan salat Ashar. Dua waktu ini sangat berat bagi banyak orang karena berada di titik kesibukan atau kelemahan — Subuh saat mengantuk, Ashar saat urusan dunia memuncak. Maka siapa yang menjaga keduanya, ia telah menundukkan nafsunya untuk Allah.
🕌 Tanda Orang Beriman: Hadir di Masjid Saat Subuh
Allah ﷻ berfirman:
إِنَّمَا يَعۡمُرُ مَسَٰجِدَ ٱللَّهِ مَنۡ آمَنَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَلَمۡ يَخۡشَ إِلَّا ٱللَّهَۖ فَعَسَىٰٓ أُوْلَٰٓئِكَ أَن يَكُونُواْ مِنَ ٱلۡمُهۡتَدِينَ
Hadir di masjid untuk salat Subuh adalah tanda bashirah (mata hati) yang hidup, karena ia mendahulukan Allah di atas rasa kantuk dan kenyamanan duniawi.
☀️ Keutamaan Salat Sunnah Subuh
Nabi ﷺ bersabda:
رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
Jika dua rakaat sunnah Subuh saja lebih baik dari dunia, bagaimana dengan salat wajib Subuhnya sendiri? Maka beruntunglah orang-orang yang tidak hanya menunaikan salat Subuh, tapi juga menghiasinya dengan sunnah.
Penutup: Subuh adalah Titik Awal Keberkahan
Subuh bukan sekadar ibadah, tapi permulaan hari yang membawa cahaya keberkahan. Orang yang menjaga Subuh bukan hanya menjaga hubungan dengan Tuhannya, tapi juga sedang menyusun hidupnya dengan keberkahan langit.
Jangan lewatkan Subuhmu. Karena bisa jadi, di sana tersimpan jawaban dari semua doa yang selama ini kau panjatkan.
28/05/2025
Renungan Kehidupan, Doa: Harapan di Tengah Gelombang Hidup
27/05/2025
Renungan Kehidupan: Tenggelam Bukan Akhir, Tapi Tanda Akan Bersinar Kembali
17/05/2025
Renungan Kehidupan - Bashīrah: GPS Ruhani yang Menuntun Jiwa
Dalam kehidupan ini, kita tidak hanya butuh mata fisik untuk melihat, tetapi juga mata hati—bashīrah—untuk memahami arah hidup. Karena tidak semua yang tampak indah itu benar, dan tidak semua yang tampak sulit itu buruk.
"Bashīrah (mata hati) itu ibarat GPS ruhani. Ketika bashīrah kita hidup, kita bisa bedakan: apa yang penting apa yang cuma lewat, mana cahaya mana gemerlap palsu, mana jalan mana jebakan."
Orang yang tajam bashīrahnya akan mudah memilah prioritas. Ia tidak tertipu dunia, tidak tergelincir oleh nafsu, dan tidak mudah silau dengan hal yang hanya tampak di permukaan.
Melihat Lebih Dalam, Bukan Lebih Banyak
"Bashīrah itu bukan soal melihat lebih banyak, tapi melihat lebih dalam."
Kebijaksanaan sejati bukan terletak pada banyaknya informasi yang dimiliki, tetapi pada kedalaman dalam memahami hikmah di balik setiap kejadian. Orang yang memiliki bashīrah akan selalu melihat dengan kacamata iman: bahwa setiap ujian adalah jalan, bukan penghalang.
Dalil: Orang Beriman Melihat dengan Cahaya Bashīrah
Allah ﷻ berfirman:
قُلۡ هَٰذِهِۦ سَبِيلِيٓ أَدۡعُواْ إِلَى ٱللَّهِ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا۠ وَمَنِ ٱتَّبَعَنِيۖ وَسُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ
"Katakanlah: Inilah jalanku, aku mengajak kepada Allah dengan bashīrah (keyakinan dan pemahaman yang jelas), aku dan orang-orang yang mengikutiku. Mahasuci Allah, dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik."
(QS. Yūsuf: 108)
Ayat ini menunjukkan bahwa seruan kepada kebenaran harus berdasarkan bashīrah, bukan sekadar ikut-ikutan atau fanatisme buta.
Bashīrah Memandu Makna di Balik Masalah
"Jiwa yang bashīrahnya keren bukan yang bebas masalah, tapi yang mengetahui cara memaknai setiap masalah."
Setiap orang pasti diuji. Tapi orang yang memiliki bashīrah akan mampu menyelami makna ujian dan tidak tenggelam dalam keluhan. Ia tahu bahwa ujian adalah bagian dari proses pendewasaan ruhani.
Rasulullah ﷺ bersabda:
اتَّقُوا فِرَاسَةَ الْمُؤْمِنِ، فَإِنَّهُ يَنْظُرُ بِنُورِ اللَّهِ
"Takutlah terhadap firasat (ketajaman bashīrah) orang mukmin, karena sesungguhnya ia melihat dengan cahaya dari Allah."
(HR. Tirmidzi – 3127, dinilai hasan)
Penutup: Hidupkan Bashīrah, Tajamkan Hati
Di dunia yang penuh tipu daya ini, bashīrah adalah anugerah yang menjaga kita dari terjerumus. Maka jagalah kebersihan hati, karena bashīrah hanya hidup dalam hati yang bersih dari kesombongan, dengki, dan cinta dunia yang berlebihan.
- Jangan hanya sibuk memperjelas pandangan mata.
- Tapi tajamkan juga penglihatan jiwa.
Karena cahaya Allah hanya menerangi hati yang bersih dan bashīrah yang hidup.
-
Profil Singkat NPSN : 20314873 Status : Swasta Bentuk Pendidikan : SMP dan Pondok Status Kepemilikan : Yayasan SK...
-
Ahad, 04 Mei 2025 — Majelis Tabligh dan Pustaka Informasi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cepu kembali sukses menggelar Kajia...



